Pengembangan Pkn Di Era Generasi Millenial Berbantuan M-Learning (Mobile Learning) Pada Gadget Pembelajaran Berbasis Cooperative Learning Bermuatan Karakter
DOI:
https://doi.org/10.51276/edu.v1i3.64Keywords:
cooperative learning bermuatan karakter, generasi millenial, M-learning, Media GadgetAbstract
Abstract: Study of the phenomenon of globalization spawned the cultural generation gadget, the term emergence of the millennial generation, or Generation Y aged 15-34 years. Technology utilization in youth to disseminate negative content such as violence, Asusila, conflict, and hoaxes. The Moral and deviant behavior of youth becomes a threat to Indonesia. The purpose of this article is the development of a millennial-generation PKn (citizenship education) curriculum for students SMA NU Palangka Raya. with a gadget-assisted Cooperative Learning Model. Research is approaches qualitative. The research subject consists of the principal, teacher, and students SMA NU Palangka Raya. Data Collection techniques in research using interview techniques, observations, and documentation. Development of a millennial-Generation PKn curriculum with models Cooperative Learning more effective assisted M-Learning (Mobile Learning) on gadgets makes a video or Indonesian film courses in PKn. Students can work together in groups to learn and be responsible for learning success. Hopefully, This model can help teachers in overcoming the condition of the students who have different abilities, the number of students, and solid learning. Students do not get bored quickly because they watch videos or the Indonesian movie with character.
Abstrak: Studi tentang fenomena globalisasi melahirkan generasi budaya gadget, istilah munculnya generasi millenial atau generasi Y berusia 15-34 tahun. Pemanfaatan teknologi pada pemuda untuk menyebarkan konten negatif seperti kekerasan, asusila, konflik dan hoax. Moral dan perilaku menyimpang pemuda menjadi ancaman bagi Indonesia. Tujuan artikel ini ialah pengembangan kurikulum PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) generasi millenal pada siswa SMA NU Palangka Raya berbantuan gadget dengan model cooperative learning bermuatan karakter. Penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru dan siswa SMA NU Palangka Raya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengembangan kurikulum PKn generasi millenial dengan model cooperative learning lebih efektif berbantuan M-Learning (Mobile Learning) pada gadget membuat video atau film keindonesiaan mata pelajaran PKn. Siswa dapat bekerja sama dalam kelompok untuk belajar dan bertanggung jawab akan keberhasilan belajar. Diharapkan model ini dapat membantu guru dalam mengatasi kondisi siswa memiliki kemampuan berbeda, jumlah siswa banyak dan padatnya pembelajaran. Siswa tidak cepat bosan karena menonton video atau film keindonesiaan berkarakter.
Downloads
References
Cao, Y., Postareff, L., Lindblom-Ylänne, S., & Toom, A. (2019). Teacher educators’ approaches to teaching and connections with their perceptions of the closeness of their research and teaching. Teaching and Teacher Education. https://doi.org/10.1016/j.tate.2019.06.013
Cheon, J., Lee, S., Crooks, S. M., & Song, J. (2012). An investigation of mobile learning readiness in higher education based on the theory of planned behavior. Computers & Education. 59(3), 1054–1064. 5. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2012.04.01
Dryden, G & Vos, J. (2001). Revolusi cara belajar. Mizan Media Utama (MMU).
Emi, M. (2015). Budaya Baca di Era Digital. Lembaga Ladang Kata.
Farkas, W. A. (2015). Designing, implementing, and evaluating a middle school English language arts program: A mixed methods approach. (Doctoral dissertation, Oakland University).
Hasanudin, A. (2014). Generasi Millennial Indonesia: Tantangan Dan Peluang Pemuda Indonesia. https://doi.org/Alvara Research Center
Ihsan, F. (2015). Dasar-dasar Kependidikan. PT Asdi Mahasatya.
Ioannou-Georgiou, S. (2011). Transition into CLIL: Guidelines for the beginning stages of CLIL. Guidelines for CLIL implementation in Primary and Pre-primary Education. 34–38.
Katz, J. (2012). (2012). Teaching to diversity: The three-block model of universal design for learning. Portage & Main Press.
Kemendikbud. (2016). Panduan Gerakan Literasi Sekolah. Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI.
Lestari, P. dan S. (2016). Membangun Karakter Siswa Melalui Kegiatan Intrakurikuler, Ekstrakurikuler dan Hidden Curriculum di SD Budi Mulia Dua Pandeansari Yogyakarta. Jurnal Penelitian, Volume 10.
Lion, E. dan H. Y. B. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jenggala Pustaka Utama.
Marttila, K. L. (2017). Determining the Effectiveness of the Saxon Math Program and the Ready Common Core Program for Students with Disabilities. In ProQuest LLC.
Moser, A., & Korstjens, I. (2018). Series: Practical guidance to qualitative research. Part 3: Sampling, data collection and analysis. European Journal of General Practice. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/13814788.2017.1375091
Naisbitt, J. E. A. (2002). High Tech High Touch. Pustaka Mizan.
Petrova, A., & Podzygun, O. (2018). Implementation of information and communication technologies in teaching a foreign language for professional communication. Professional competency of modern specialist: means of formation, development and improvement. 163–176.
Saefulloh, A. (2018). Peran Pendidik Dalam Penerapan Internet Sehat Menurut Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam. https://doi.org/10.24042/atjpi.v9i1.2709
Savarin, W.J and Tankard, J. W. (2005). Communication Thories, methods & Uses in The Massa.
Simonson, M. (2016). Annual Proceedings of Selected Research and Development Papers Presented at the Annual Convention of the Association for Educational Communications and Technology (39th, Las Vegas, Nevada, 2016). Volume 1. The Annual Convention of the Association for Educational Communications and Technology (39th, Las Vegas, Nevada, 2016).
Suyadi. (2015). Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter (Cetakan ke, p. hlm. 61-79). PT Remaja Rosdakarya.
Tapscott, D. (2013). Grown Up Digital: Yang Muda Yang Mengubah Dunia. . Penerjemah: Fajarianto.2013. Jakarta
Trimurtini. (2009). Implementasi Model Cooperative Learning Berbantuan Komputer dalam Pembelajaran Pendidikan Matematika I Pada Mahasiswa PGSD. Jurnal Kependidikan, Vol.39(No.2), hlm.119-126.
Wahab dan Sapriya. (2011). Teori dan Landasan Pendidikan Kewarganegaraan. Alfabeta.
Wahana, H. D. (2015). Pengaruh Nilai-Nilai Budaya Generasi Millennial dan Budaya Sekolah Terhadap Ketahanan Indivdu (Studi di SMA Negeri 39, Cijantng, Jakarta). Jurnal Ketahanan Nasional, Vol.9, XXI, hlm. 14-22,.
Wiedarti, P. (2016). Desain untuk Gerakan Literasi Sekolah. Kemendikbud.
Wuryan dan Syaifullah. (2008). Civics : Ilmu Kewarganegaraan (p. hlm. 9). Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan UPI.
Zuhal. (2000). Visi Iptek Memasuki Millenium III. Universitas Indonesia (UI-Press).
Zuhra, W. U. N. (2017). Kontras Dua Generasi: Millenial Versus Baby Boomer. https://tirto.id/kontras-dua-generasi-millenial-versus-baby-boomer-crCf
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Feri Wagiono, Syahrial Shaddiq, Aulia Akhrian Syahidi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.


































