Implementation of Sociocultural Education in Facing The Industrial Revolution 4.0 in Madrasah Aliyah (MA) NW Pancor

Authors

  • Mispandi Mispandi universitas negeri yogyakarta
  • Ani Widayati Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.51276/edu.v2i1.97

Keywords:

Implementation of sociocultural education, Industrial Revolution, Madrasah

Abstract

Abstract: This study aims to find out how the implementation of sociocultural education in the face of the industrial revolution era 4.0 in the Aliyah NW Pancor Madrasah. This study uses qualitative research with trigulation data collection techniques (a combination of observation, interviews, and documentation). Data analysis uses descriptive analysis. The results showed that the Sociocultural Values ​​in the Aliyah NW Pancor Madrasah were implemented in learning activities, both intracuricular and extracurricular activities. In intracuricurer activities, sociocultural values ​​are used as an approach by teachers by implementing sociocultural-based learning systems, while in extracurricular activities, these values ​​are inserted in the form of Islamic arts and culture. Sociocultural education creates a harmonious relationship between madrasa residents, both teachers, students, madrasah stap and gives birth to values ​​of tolerance and culture, such as respecting cultural differences and regional languages. the results of the study also showed that education carried out at the Aliyah NW Pancor Madrasah, at least touched three dimensions namely, the spiritual dimension of the culture and local languages, the social dimension between the madrasa residents, and the professional dimension.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan sosiokultural dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 di Madrasah Aliyah NW Pancor. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara trigulasi (gabungan observasi, wawancara, dan dokumentasi). Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai-Nilai sosiokultural di Madrasah Aliyah NW Pancor yang diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran, baik kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Dalam kegiatan intrakurikurer, nilai sosiokultural digunakan sebagai pendekatan oleh guru dengan mengimplementasikan sistem pembelajaran berbasis sosiokultural, sedangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler, nilai tersebut disisipkan dalam bentuk kesenian islam, dan budaya. Pendidikan sosiokultural menciptakan hubungan harmoni antar warga madrasah, baik guru, siswa, stap madrasah dan melahirkan nilai toleransi dan budaya, seperti menghargai perbedaan budaya dan bahasa daerah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pendidikan yang dijalankan di Madrasah Aliyah NW Pancor, setidaknya telah menyentuh tiga dimensi yaitu, dimensi spiritual budaya dan bahasa daerah, dimensi sosial antar warga madrasah, dan dimensi professional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adisusilo, S. (2012). Pembelajaran NilaiKarakter: Konstruktivisme dan VCT sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif. Rajagrafindo Persada.

Alam, L. (2015). “Religious Education Towards Multicultural Atmosphere in Higher Education”, Paper dipresentasikan dalam acara The 6thJoint International Conference and Graduate Workshop on Islamic Studies Revisite: New Trends in the Study of Islam and Muslim Societies UI.

Condon, E. c. (1973). Introduction to Cross Cultural Communication. New Brunswick, NJ: Rutgers University Press.

Darajat, Z. (2011). Ilmu Pendidikan Islam. Bumi Aksara.

Fadel, M. B. (2015). Skills for the 21st Century: What Should Students Learn? Massachusetts: Center for Curriculum Redesign Boston. .

Hasnunidah, N., & Susilo, H. (2014). Profil Perspektif Sosiokultural Mahasiswa Dalam Berargumentasi Pada Mata Kuliah Biologi Dasar. In Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning,.

Hassan. (2018). Kompetensi Tenaga Kependidikan dalam Menghadapi Era Pendidikan 4.0.

Kemendiknas. (2010). Model Pembinaan Pendidikan Karakter Di Lingkungan Sekolah. Jakarta.

Lonto, A. L. (2015). Pengembangan Model Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Sosio-Kultural pada Siswa SMA di Minahasa. MIMBAR, Vol. 31, N.

Mustadi, A. (2011). Pendidikan Karakter Berwawasan Sosiokultural (Sociocultural Based Character Education) di Sekolah Dasar, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). http://staff.uny.ac.id/sites/default/fi les/penelitian/dr-ali-mustadimpd/7-artikel-pendidikan-karakterberwawasan-sosio-kultural-terbitmajalah-dinamika-pendidikan2011_2.pdf

Nisak, C. (2018). Sosiokultural dalam Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.

Rohman, A., Ningsih, Y. E., Sejarah, M. P., Surakarta, U., Surakarta, K., & Nasional, I. (2018). Pendidikan multikultural : penguatan identitas nasional di era. September, 44–50.

Rohman, M. (2016). Implementasi Nilai-Nilai Multikultural di MAN Yogyakarta III dan SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Rohman, M. (2017). Internalisasi Nilai-Nilai Sosio-Kultural Berbasis Etno-Religi Di Man Yogyakarta III. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, Vol. 12, N.

Rohman, M. (2018). Konsep Tujuan Pendidikan Islam Perspektif Nilai-nilai Sosial Kultural. Jurnal Pendidikan Islam, Volume 9,.

Rosyada, D. (2014). “Pendidikan Multikultural di Indonesia Sebuah Pandangan Konsepsional”,. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, Vol. I, No.

Rusdin. (2017). Pendidikan dan Pelatihan Sebagai Sarana Peningkatan Kompetensi Guru di SMP Negeri 2 Linggang Bigung. Jurnal Administrative Reform, 200-212.

Sapriani, R. (2019). Profesionalisme guru paud melati terpadu dalam meningkatkan Mutu pendidikan pada era revolusi industri 4.0. In Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana Universitas Pgri Palembang.

Setiarsih, A. (2016). Penguatan Identitas Nasional Melalu Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, Progam Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D dan Penelitian Pendidikan). Alfabeta.

Sukanti. (2010). Meningkatkan kompetensi guru melalui pelaksanaan tindakan kelas. Jurnal Pendidikan Akutansi Indonesia, VI.

Yasin, A. F. (2010). Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam. UIN-Maliki Press.

Downloads

Published

2021-01-01

How to Cite

Mispandi, M., & Widayati, A. . (2021). Implementation of Sociocultural Education in Facing The Industrial Revolution 4.0 in Madrasah Aliyah (MA) NW Pancor. Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2(1), 113–124. https://doi.org/10.51276/edu.v2i1.97